Install this theme
Your Name On My Wrist

1 bulan. Selama 1 bulan ini otak gue ga beraturan.


Entah kenapa, semenjak pergi ke dan pulang dari Jogja, otak gue berasa lebih mumet. Bukannya ribet karena pr atau ulangan, tapi gara-gara gue curhat ke si Abdul aka HTS-annya Alya. Grrrr. Waktu di bis, gue cerita ke Abdul sama Alya. Abdul cerita masalah keluargaya, Alya cerita soal diabetesnya + si ‘piip’, dan gue cerita soal si mantan gue itu.

Oke, ceritanya dia itu mantan gue waktu SD kan. Dan gue udh cerita tentang dia ke beberapa temen gue di SMP. Gue bilang ke mereka kalo bokapnya dia itu beberapa bulan yang lalu pernah ngirim message ke gue di facebook. Bokapnya itu cerita soal diasekarang kaya gimana dan gue fine-fine aja nanggepinnya. Suatu hari pas gue pulang ke Jakarta, gue ketemu sama si dia. Deg-deg. Salting + jantung dag-dig-dug ga jelas gitu. Dia canggung, gue apalagi. Dia linglung, gue salting ga jelas. Dia say hi, gue senyum-senyum gitu ke dia.

Itu dia pertama dan terakhir kalinya gue ketemu dia lagi setelah pindah dari Jakarta. That’s it. Waktu itu gue lagi keringetan + kepedesan gara-gara lagi makan soto ayam bareng Amira + NaCha. Pertemuan yang singkat, namun berkesan. Dia pernah nge-sms gue beberapa kali. Entah kenapa, saat nerima sms dari dia gue girangnya bukan main. Gue jarang sms, apalagi dia (karena dia udh punya cewe lagi).

Pas gue tanya ke Alya soal insiden soto + senyam-senyum sendiri gara-gara sms dari dia, dia bilang gini “kamu masih suka sama dia kali, Le.” Jeger. Gue langsung pucet. Masa sih gue suka sama dia? Setelah puter otak + dia nge-sms gue lagi, lagi-lagi gue senyum-senyum ga jelas. Setelah cerita ke Alya & Abdul masalah ini dengan beberapa conversation dari mereka berdua, ternyata sudah terbukti kalau gue suka sama dia.

And you know what, I accidentally wrote his name on my wrist yesterday.